Sabtu, 07 Januari 2012

Mamalia beserta Ciri-ciri mamalia

MAMALIA (Mammalia = hewan menyusui), suatu kelas Vertebrata (hewan bertulang belakang) mempunyai ciri-ciri terdapat bulu di badan dan adanya kelenjar susu pada betina. Diperkirakan ada 4.000 spesies mamalia yang masih hidup,dibanding dengan spesies reptilia sekitar 6.000 spesies, terutama kadal dan ular, 8.000 spesies aves dan 20.000 spesies actinopterygii(ikan bertulang). Jumlah ini bahkan kecil dibandingkan dengan sedikitnya 750.000 spesies insekta, pada berbagai kelompok Arthropoda seperti juga kelompok hewan-hewan lain tidak bertulang belakang. Jumlahnya antara 5-10 kali lebih banyak dari pada mamalia.


Mamalia memperoleh tempat penting dalam ekologi daerah yang dihuni. disamping itu salah satu spesies yang muncul terakhir dari kelas ini yakni manusia telah mengubah lin kungan dibumi secara total sehingga masa kini disebut periode mamalia.
Mamalia terdiri dari Monotremata (hewan berkloaka atau mamalia pertelur). Marsupialia (hewan berkantung atau hewan dengan kantung tempat anaknya tinggal beberapa waktu sesudah lahir) dan mamalia plasental disebut juga mamalia Placentalia (hewan yang memberikan makan pada janin melalui plasenta sejati).


Ciri-ciri Mamalia.


  1. Kelenjar susu. Betina mempunyai kelenjar kulit dibawah tubuh (di dada, perut atau bahkan ketiak) , yang mengeluarkan susu setelah melahirkan. Kelenjar susu menyaerupai kelenjar keringat dan mungkin berasal dari kelenjar keringat tersebut. Pada hewan marsupialia dan hewan plasental, kelenjar susu memiliki puting. Susu didapat menghisap puting tersebut. Monotremata tidak memiliki puting, tetapi pada waktu menyusui anak , induk telentang  sehingga susu mengalir karena tekanan abdomen dengan rangsangan anak. Produksi susu (laktasi) diatur hormon yang keluar pada saat hamil. jantan hanya memiliki kelenjar susu yang sudah menyusut.
  2. Bulu . semua mamalia memiliki bulu sedikitnya dalam satu fase siklus hidup. Pada ikan paus hanya terdapat beberapa helai bulu pada tenggorokannya yang kemudian hilang setelah dewasa. Setiap bulu merupakan kepanjangan serat seluler yang berisi udara. Kantung-kantung bulu terletak miring sehingga bulu terletak pada arah tertentu. Kantung bulu dilengkapi dengan palit yang mengeluarkan zat semacam minyak (sebum) , yang menyebabkan bulu mengkilap. Bulu ada beberapa tipenya seperti bulu bawah yang tebal, bulu penutup yang lebih jarang, lebih kasar atau tajam menutup, bulu halus. Bulu bisa dibuat berdiri karena otot dalam kulit. ada juga bulu yang tidak dapat digerakkan menurut fungsinya sebagai alat peraba pengatur suhu.
  3. Homoiothermia atau hewan 'berdarah panas' . pada reptil dan vertebrata yang lebih rendah. suhu tubuh menyesuaikan diri dengan suhu lingkungannya. Pada mamalia suhu tubuh ini dipertahankan pada suatu tingkat yang agak tetap. Biasanya sekitar 36° C, sehingga kebanyakan mamalia secara teoretis sanggup melakukan aktivitas, walaupun pada suhunlingkungan yang cukup rendah. Dalam udara dingin bulu berdiri, dan dengan demikian tebal lapisan isolasi menjadi lebih besar. Diudara panas , maka panas yang berlebihan disalurkan keluar melalui kelenjar keringat yang merupakan ciri khas mamalia. Kelenjar keringat ini adalah kelenjar kulit yang tidak berhubungan dengan kantong bulu. Adanya suhu tubuh yang tinggi secara terus-menerus memungkinkan hewan bersangkutan memanfaatkan lingkungan yang dingin bahkan lingkungan kutub dan memperlihatkan aktivitas tanpa bergantung pada suhu luar.
  4. Jantung empat bilik. semua mamalia memiliki dua bilik dan dua serambi. Dengan demikian maka kedua peredaran darah yakni ketubuh dan paru-paru terpiasah sama sekali. Pada Monotremata katup kanan antara serambi dan bilik sifatnya berdaging dan tidak lengkap, hingga sekalipun peredaran darah terpisah seperti pada semua mamalia , peredaran darah paru-paru rupanya kurang efektif. Peredaran darah ganda ditinjau dari segi pertukaran zat sangat efektif , sehingga membantu Homoiothermia.
  5. Lengkung aorta kanan lenyap. Vertebrata yang bertaraf lebih rendah memiliki aorta ganda. Pada mamalia, darah dari sebelah kanan jantung mengalir ke paru-paru untuk mengambil zat asal; karena itu aorta kanan           menghilang. tetapi pada buaya dan burung terjadi sebaliknya aorta kiri menghilang.
  6. Eritrosit tanpa inti dan bikonkaf. Sel darah merah (eritrosit) sudah dalam tahap dini perkembangannya kehilangan intinya, hingga memperkuat kemampuannya untuk mengangkut zat asam. ini adalah suatu cara lagi untuk mempertahankan suatu tingkat aktivitas yang tinggi.
  7. Otak besar. tidak semua mamalia memiliki otak yang besar pada primata memiliki otak yang memiliki perkembangan yang baik, terutama neopallium. ini memberikan intelektual yang beragam.
  8. Ruas tulang belakang leher tujuh. Pada mamalia jumlah ini sydah tetap. hanya pada kukang dan ikan duyung keadaanya lain.
  9. Rongga dada sudah berspesialisasi. Pada mamalia tulang iga terbatas pada hanya sebagian tulang belakang. iga pinggang menghilang dan ada iga lain yang muncul dan berhubungan dengan ruas tulang belakang. Disebelah depan kebanyakan iga berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan. Tulang dada ini tebal dan pipih dan sedikitnya mempunyai fungsi pelindung. Rongga dada sisi belakang dibatasi oleh suatu sekat otot yakni diafragma.
  10. Tonjolan ganda dibelakang kepala. pada reptil hanya ada satu tonjolan yang bulat dan licin. Pada mamalia tonjolan ada dua seperti amfibia. Vertebra leher  pertama (Atlas) berbentuk cincin dan tidak mdmpunyai badan (centrum) sedang yang kedua (epistropheus) mempunyai tonjolan berbentuk gigi, tempat atlas berputar. Dengan adanta dua tonjolan sendi maka stabilitas kepala ditingkatkan, tetapi kemampuan menggerakkan kepala berkurang.
  11. Rahang bawah. Dibentuk oleh satu tulang tunggal. dalam sebuah perjalanan evolusi tulang-tulang rahang bawah kehilangan fungsinya atau berubah fungsi, kecuali tulang gigi (dental) yang merupakan satu-satunya yang membentuk rahang bawah mamalia.
  12. Tiga tulang pendengar. Pada mamalia ada tiga tulang, martil, landasan dan sanggurdi. yang terakhir berasal dari columella dan dua lainnya berasal dari unsur dari rahang bawah.
  13. Hidung dengan lubang tunggal di tengkorak. Pada vertebrata lain, hidung memiliki dua lubang dalam tulang-tulang tengkorak. Namun pada mamalia tulang-tulang tersebut telah lebur menjadi satu.makna sebenarnya proses ini tidak jelas , tetapi mungkin kemampuan indria penghidu diperbesar hingga dapat menggerakkan hidung dengan leluasa.
  14. Langit-langit sekunder yang bertulang. Saluran pernapasan dan saluran pencernaan di dalam mulut demikian terpisah secara menyeluruh, hingga makanan dapat ditahan dimulut lebih lama, tanpa mengganggu pernapasan.
  15. Tulang-Tulang turbinal. Mamalia memiliki lempengan tulang setipis kertas dan tergulung dalam rongga hidung,yang selama hidu tertutup lendir. hal ini mempertinggi indra penghidu.
  16. Gigi marginal dengan rongga gigi. Pada mamalia gigi terbatas pada pinggir rahang. gigi itu melekat dalam rongga (alveoli), yang dapat terus terbuka sepanjang hidup dan memungkinkan gigi terus tumbuh. Rongga gigi dapat tertutup sesudah gigi timbul,hingga gigi membentuk akar dan tidak dapat tumbuh kembali.
  17. Heterodontia. Mamalia memiliki beraneka jenis gigi, dengan bermacam fungsi : gigi seri untuk menggigit, gigi taring untuk mencengkam atau mencabik, geraham untuk mengunyah.
  18. Diphyodontia (dua generasi gigi). Gigi mamalia hanya satu kali diganti dan bukan terus menerus sepanjang hidup hewan bersangkutan seperti pada vertebrata bertaraf lebih rendah. Gigi pertama adalah gigi susu muncul pada hewan masih muda selanjutnya tanggal digantikan gigi generasi kedua yang berfungsi sampai mati yang disebut juga gigi tetap yang membentuk akar-akar sejati dan tidak pernah terganti.
  19. Jalan tegak. Pada mamalia tungkai tubuh ada dibawah badan, tubuh berada diatas kaki.
  20. Pertumbuhan tulang secara memanjang melalui lapisan epifis. Pada mamalia permukaan sendi itu adalah tulang yang disebut epifis yang terpisah adri batang oleh suatu lapisan tulang rawan.